Foto: Sóc Năng Động / Pexels
Kamu baru saja mempelajari sebuah kata baru, atau mungkin melihat model mobil tertentu yang belum pernah kamu perhatikan. Tiba-tiba, ke mana pun kamu pergi, kata itu muncul di percakapan, di buku, atau mobil model itu terlihat di setiap persimpangan jalan. Rasanya seperti dunia baru saja memutuskan untuk menunjukkan hal itu kepadamu secara berulang-ulang.
Pengalaman aneh ini bukan kebetulan semata. Ini adalah bias kognitif yang sangat umum, dikenal sebagai Fenomena Baader-Meinhof atau Ilusi Frekuensi (Frequency Illusion).
Baru Tahu Sesuatu, Kok Tiba-Tiba Muncul di Mana-Mana? Ini Jawabannya
Fenomena Baader-Meinhof, atau yang secara ilmiah disebut Ilusi Frekuensi (Frequency Illusion), adalah bias kognitif di mana seseorang yang baru mempelajari suatu informasi, entah itu nama, kata, atau konsep, merasa informasi tersebut tiba-tiba muncul di mana-mana setelahnya.
Yang sebenarnya terjadi bukanlah frekuensi kemunculan objek di dunia nyata yang meningkat. Sebaliknya, yang berubah adalah kesadaran dan perhatian kita terhadap objek tersebut. Otak kamu menjadi lebih peka terhadap informasi yang baru saja kamu kenali.
Bukan Kebetulan, Ini Cara Otak ‘Menipu’ Kita
Penyebab utama ilusi frekuensi adalah kombinasi dari dua proses psikologis yang bekerja sama: perhatian selektif (selective attention) dan bias konfirmasi (confirmation bias). Kedua mekanisme ini membuat otak kita ‘menipu’ diri sendiri.
Perhatian selektif adalah proses di mana otak secara tidak sadar mulai menyaring dan lebih fokus pada informasi yang baru dianggap penting atau relevan, yang sebelumnya mungkin diabaikan. Setelah kamu mengenal suatu hal, otakmu menandainya sebagai ‘penting’ dan mulai lebih sering memperhatikannya di lingkungan sekitar.
Bias konfirmasi kemudian memperkuat ilusi ini. Setiap kali kamu melihat informasi itu lagi, otakmu menganggapnya sebagai bukti bahwa hal itu memang ‘sering muncul’. Sementara itu, otak mengabaikan saat-saat ketika informasi itu tidak muncul, sehingga memperkuat keyakinan bahwa frekuensinya benar-benar meningkat.

Contoh paling umum adalah saat kamu membeli mobil baru. Sebelum membelinya, kamu mungkin tidak terlalu memperhatikan model mobil tersebut. Namun, setelah memilikinya, kamu akan mulai melihat banyak mobil serupa di jalan, seolah-olah jumlahnya tiba-tiba bertambah.
Kenapa Namanya Aneh? Asal-Usul Istilah Baader-Meinhof
Istilah ‘Fenomena Baader-Meinhof’ sendiri bukan berasal dari penelitian ilmiah atau penemuan psikologis. Istilah ini diciptakan oleh seorang pembaca surat kabar bernama Terry Mullen pada tahun 1994.
Mullen menulis surat ke surat kabar St. Paul Pioneer Press setelah dia mengalami pengalaman serupa. Dia pertama kali membaca tentang kelompok teroris Jerman bernama Baader-Meinhof Gang, dan tak lama setelah itu, dia kembali melihat nama kelompok tersebut di tempat lain. Pengalaman ini membuatnya merasa aneh dan dia membagikannya.
Nama ilmiah ‘Ilusi Frekuensi’ (Frequency Illusion) baru diperkenalkan pada tahun 2005 oleh Arnold Zwicky, seorang profesor linguistik dari Universitas Stanford. Zwicky memberikan nama yang lebih deskriptif secara ilmiah untuk menjelaskan bias kognitif ini.
Jadi, Apakah Ini Normal?
Mengalami ilusi frekuensi adalah hal yang normal dan merupakan fungsi wajar dari cara otak memproses informasi. Ini adalah bagian dari bagaimana otak kita mengenali pola dan memperkuat ingatan baru, membantu kita belajar dan mengingat hal-hal penting.
Fenomena ini sama sekali tidak berbahaya. Ilusi frekuensi berbeda dengan halusinasi, di mana halusinasi adalah persepsi melihat atau mendengar sesuatu yang stimulusnya sama sekali tidak ada. Dalam ilusi frekuensi, objek atau informasi yang kamu lihat itu nyata, hanya saja persepsimu terhadap frekuensinya yang ‘tertipu’ oleh otak.
Komentar
Komentar sedang ditutup sementara.